Sengkang, KABARWAJO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo memberikan sejumlah catatan dan rekomendasi kepada pemerintah kabupaten pada rapat paripurna persetujuan dan penandatangan berita acara kesepakatan bersama Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Wajo Anggaran 2026.
Dalam rapat tersebut, Badan Anggaran DPRD Wajo merekomendasikan ke Pemkab untuk mempertimbangkan kebijakan penyertaan modal daerah pada Bank Sulselbar dan Perumda Tirta Danau Tempe.
Hal itu, diharapkan bisa memperkuat keuangan daerah melalui dividen dan hasil investasi.
“Kebijakan ini juga untuk meningkatkan kualitas pelayanan air bersih masyarakat, termasuk pemanfaatan Water Treatment Plant (WTP) bantuan pemerintah pusat,” kata Wakil Ketua I DPRD Wajo, Andi Merly Iswita, membacakan rekomendasi dan catatan Banggar DPRD Wajo, Selasa (7/10) malam.
Badan Anggaran DPRD Wajo juga mendorong inovasi dalam peningkatan PAD melalui digitalisasi sistem pajak dan retribusi seperti e-tax dan e-retribusi, optimalisasi aset daerah produktif, serta kerja sama pemanfaatan aset dengan pihak ketiga.
Di samping itu, Banggar DPRD Wajo juga merekomendasikan penguatan sektor UMKM, koperasi, dan ekonomi kreatif melalui kemudahan akses permodalan, pelatihan, dan digitalisasi pemasaran. Pihak Pemkab Wajo juga diminta lebih proaktif berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga pusat.
Selain itu, Banggar DPRD Wajo juga meminta pemerintah daerah tetap memprioritaskan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur dasar, seperti jalan, irigasi, jaringan air bersih, serta sarana penunjang pertanian dan perikanan.
Evaluasi TPP ASN
DPRD Wajo turut meminta pemerintah daerah untuk mengevaluasi pemberian Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) ASN agar lebih adil dan proporsional berdasarkan beban kerja serta kontribusi nyata pegawai.
“Di sisi lain, kualitas layanan publik juga perlu ditingkatkan terutama dalam bidang perizinan, administrasi kependudukan, dan layanan dasar melalui digitalisasi dan peningkatan kapasitas aparatur,” ujar Andi Merly Iswita.
Sementara Bupati Wajo, Andi Rosman, menyampaikan terima kasih pada semua pihak yang telah bekerja keras sehingga KUA-PPAS bisa disepakati.



