WA Channel

KABARWAJO.id – Kawasan Rumah Adat Atakkae di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian publik.

Pasca-revitalisasi pada 2023 lalu oleh Kementerian PUPR, kawasan rumah adat ini kembali menjadi public space favorit bagi warga Kota Sengkang.

Data yang dihimpun Tim Kabar Wajo, rencana rehabilitasi kawasan Rumah Adat Atakkae mulai digaungkan pada September 2021.

Kala itu, Bupati Wajo Amran Mahmud menerima audiensi dan meninjau langsung kondisi Rumah Adat Atakkae bersama tenaga ahli Anggota DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) Sultan Tajang dan Kepala Balai Sarana Permukiman Wilayah Sulsel, Ahmad Asiri, Senin (13/9/2021).

Dalam kesempatan itu, Amran Mahmud menyampaikan terima kasihnya kepada Andi Iwan Darmawan Aras dan Kementerian PUPR atas rencana perbaikan dan pemeliharaan rumah adat Atakkae.

Menurut Amran Mahmud, AIA adalah salah seorang putra daerah yang sangat peduli dengan pembangunan di Wajo.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Wajo menyampaikan terima kasih kepada Andi Iwan Aras, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada pemerintah dan masyarakat Kabupaten Wajo. Termasuk untuk rencana renovasi rumah adat Atakkae ini atas permintaan dan lobi beliau ke Kementerian PUPR,” kata Amran Mahmud, dilansir situs milik Pemkab Wajo, wajokab.go.id.

Bupati Wajo, Amran Mahmud, saat meninjau kondisi Rumah Adat Atakkae pada Senin (13/9/2021). Foto: Dokumentasi Humas Pemkab Wajo

Selanjutnya, pada rapat dengar pendapat dengan Dirjen Cipta Karya, Dirjen Perumahan, dan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR pada Selasa (16/2/2022), Andi Iwan Darmawan Aras selaku Wakil Ketua Komisi V DPR RI kembali menyuarakan terkait kelanjutan rehabilitasi kawasan Rumah Adat Atakkae.

Saat itu, AIA menyebutkan, rehabilitasi Rumah Adat Atakkae merupakan perintah dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan seharusnya sudah dapat dilaksanakan pada tahun 2022 tersebut.

“Jadi saya minta, tolong jangan sampai hilang lagi, karena Pak Menteri langsung yang menjanjikan dan desainnya sudah selesai, dan saya harap di 2022 ini sudah dapat dilaksanakan,” ujar AIA dilansir pluz.id.

Di saat yang sama, Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel ini juga sempat menyoroti pemutusan kontrak sejumlah proyek infrastruktur di Sulsel.

Termasuk proyek pembangunan Pasar Tempe, Kabupaten Wajo, yang sempat terhenti.

Dianggarkan Rp 5,8 M Melalui APBN 2023

Pada pertengahan tahun 2023, Kementerian PUPR menyatakan segera memulai penataan dan revitalisasi Kawasan Wisata Rumah Adat Atakkae di Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pekerjaan konstruksi penataan kawasan wisata rumah adat ini dilaksanakan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Selatan, Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR dengan anggaran APBN 2023 senilai Rp 5,8 miliar.

“Penataan kawasan ini diharapkan mampu menghadirkan para wisatawan untuk datang ke Kabupaten Wajo, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Penataan kawasan wisata juga untuk memberikan pelayanan yang baik bagi para pengunjung yang datang,” ungkap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam siaran persnya, Jumat (30/6/2023).

Adapun lingkup penataan Kawasan Wisata Rumah Adat Atakkae dengan luas lahan 1.107 hektare dan total luas bangunan 1.616 meter persegi itu meliputi revitalisasi bangunan rumah adat, pembangunan fasilitas penunjang, dan penataan lanskap.

Disebutkan, penataan ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi Saoraja La Tenri Bali yang merupakan bangunan rumah adat terbesar di Atakkae seperti saat awal selesai dibangun pada tahun 1995 sebagai ikon pariwisata kebesaran Kabupaten Wajo.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono terkait rencana revitalisasi Kawasan Wisata Rumah Adat Atakkae. Foto: Dok. Kementerian PUPR

Revitalisasi Kawasan Wisata Rumah Adat Atakkae tersebut juga diharapkan dapat menjadi tambahan daya tarik bagi para wisatawan karena berlokasi tepat di tepian Danau Lampulung.

Di samping itu, meningkatkan kualitas destinasi, prasarana dan sarana wisata yang lebih nyaman dan pada akhirnya akan berdampak positif bagi perekonomian lokal, khususnya di Kabupaten Wajo.

(bs/Tim Kabar Wajo)