WA Channel

Sengkang, KABARWAJO.ID – Sehari-hari bergelut dengan liputan sebagai jurnalis, tidak membuat Edi Prekendes meninggalkan hobinya memelihara bayi monyet asal Thailand.

Menurut Edi, bayi monyet jenis beruk ekor pendek yang saat ini berumur 3 bulan itu diadopsi dari salah seorang warga Thailand yang ditemuinya di Makassar pada awal Desember 2024 lalu.

“Jadi awalnya, saat kontrol di Makassar, saya dan salah seorang teman bertemu dengan seorang warga negara asal Thailand. Kebetulan dia bawa bayi monyet dari Thailand dengan naik kapal laut. Tapi saat hendak bepergian naik pesawat, Boy Kong tidak bisa dibawa dan kemudian saya mengadopsinya,” ungkap Edi Prekendes, kepada KABARWAJO.ID, Jumat (3/1) malam.

Owner BeritaWajo.id ini menambahkan, bayi monyet yang diberi nama Boy Kong itu dirawat layaknya anak sendiri. Mulai dari kebutuhan makanan berupa bubur SUN, baju, dan pampers.

“Jadi kalau ke mana-mana dipakaikan pampers ukuran bayi yang lahir prematur. Sebulan itu biaya perawatannya hingga Rp 500 ribu,” ujar Edi.

Boy Kong, bayi monyet asal Thailand yang diadopsi Edi Prekendes.

Satu bulan lebih merawat Boy Kong, lanjut Edi, bayi monyet tersebut sudah dibawanya jalan-jalan ke kampung halamannya di Kolaka Utara dengan naik kapal feri.

“Bahkan saat liputan atau kontrol ke dokter, saya bawa serta Boy Kong. Kadang juga ikut makan bakso,” ucapnya.

Edi menuturkan, dirinya menyiapkan kandang khusus Boy Kong di rumahnya yang dilengkapi dengan ayunan. Dengan mengasuh Boy Kong, sebut Edi, sekaligus sebagai terapi kesehatan bagi dirinya.

“Boy Kong senang dengan anak-anak. Sudah banyak yang mau beli, tapi saya tidak jual,” imbuhnya.

Untuk vaksin, Edi menuturkan, dirinya akan mengkonsultasikan ke dokter hewan.

“Karena masih berumur 3 bulan, jadi harus konsultasi dulu ke dokter hewan untuk vaksinnya,” pungkasnya. []