WA Channel

KABARWAJO.ID – Almarhum mantan Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru punya cerita tersendiri terkait Masjid Agung Ummul Quraa yang menjadi salah satu ikon Kabupaten Wajo.

Dalam sebuah kesempatan, Pung Bur mengisahkan dirinya saat masih remaja turut terlibat membantu pengecoran masjid yang dirancang arsitek beragama Kristen Protestan, Friedrich Silaban, yang merupakan arsitek kepercayaan Presiden RI pertama, Soekarno.

Friedrich Silaban diketahui merupakan sosok yang merancang Monumen Nasional (Monas), Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Masjid Istiqlal, hingga Gedung Bank Indonesia di Jakarta.

Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Ummul Quraa dilakukan langsung Presiden Soekarno pada 12 Desember 1955 serta selesai pada tahun 1965 yang diresmikan Wakil Presiden RI pertama, Mohammad Hatta.

“Dulu saya ikut bantu-bantu orang maccor saat masjid ini dibangun,” kata Andi Burhanuddin Unru pada 2015 silam saat masjid tersebut hendak dirombak di bagian depan.

Terkait perobohan menara masjid yang berada di sisi barat Lapangan Merdeka Sengkang, mendiang Pung Bur punya pandangan lain.

Menurutnya, menara masjid yang berada di sisi jalan tersebut dirobohkan karena kekhawatiran akan membahayakan pengguna jalan mengingat kendaraan yang lalu-lalang di ruas Jalan Masjid Raya dan menimbulkan getaran tanah di sekitarnya.

Karena sisi historisnya, Masjid Agung Ummul Quraa menjadi cagar budaya. Masjid ini tercatat pernah menjadi masjid besar di wilayah Indonesia Timur, dibangun Soekarno karena dirinya tidak mau dianggap sebagai komunis di tengah pemberontakan Abdul Qahhar Muzakkar di Sulawesi Selatan.

Dibalut cat warna putih dengan kubah berwarna emas setelah direnovasi pada 2016 silam, menjadikan Masjid Agung Ummul Quraa Sengkang terlihat seperti miniatur Masjid Kubah Shakrah yang berada di kompleks Masjid Al-Aqsa di Palestina.