WA Channel

KABARWAJO.ID – Sabtu, 1 November 2025, ratusan riders yang berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara, tumpah ruah dan berkumpul di Sengkang, ibu kota Kabupaten Wajo.

Selama seharian, beragam agenda kegiatan menandai perayaan satu dekade komunitas motor Wajo Max Owners (WMO) itu.

Mulai dari touring berkeliling kota Sengkang, menjajal sirkuit di Kawasan Rumah Adat Atakkae, hingga kegiatan perayaan yang dipusatkan di pelataran Ruang Terbuka Hijau (RTH) Callaccu.

Ketua WMO H Idris Panaungi mengatakan, sekitar 500 riders yang hadir pada perayaan satu dekade komunitas motor yang dibentuk pada tahun 2015 silam itu.

Tak hanya dari Sulsel, Sulbar, dan Sultra, beberapa riders juga berasal dari Luwu Raya serta dari Probolinggo, Jawa Timur.

Idris Panaungi mengisahkan, WMO awalnya didirikan 5 orang. Termasuk dirinya sebagai Ketua dan Taqwa Gaffar yang tercatat sebagai Sekretaris WMO di masa-masa kepengurusan awal.

“Awal didirikan itu lima orang, pada tahun 2015. Awalnya, dari komunitas SCC (Sengkang Cycling Club). Lalu, kami bersepakat untuk mendirikan komunitas pemilik motor Max Series,” kata Idris Panaungi kepada KABARWAJO.ID, Sabtu (1/11) malam.

Berjalannya waktu, anggota komunitas WMO bertambah seiring makin banyaknya pengguna motor NMax serta XMax di Kabupaten Wajo.

“Member WMO ada 230 orang. Tapi yang istimewa, sekarang menjadi 231 anggota karena Bupati (Andi Rosman) memutuskan bergabung sebagai anggota WMO bertepatan pada momen perayaan anniversary,” ujar Idris Panaungi.

Bupati Wajo Andi Rosman bergabung sebagai Anggota Wajo Max Owners (WMO).

Meski beberapa anggotanya merupakan orang penting, Idris Panaungi menyebut, WMO terbuka bagi semua kalangan. Tidak ekslusif. Namun, WMO menutup pintu bagi riders perempuan.

“Kenapa demikian? Karena kita menghindari cerita-cerita tidak baik selama touring. Jadi, WMO memutuskan tidak membuka keanggotan untuk riders perempuan,” imbuh pemilik Max Series pertama di Wajo ini.

Dalam kurun waktu 10 tahun perjalanan, WMO sudah beberapa kali melakukan agenda touring. Tak hanya itu, mereka juga kerap terlibat dalam aksi-aksi sosial maupun kejuaraan olahraga.

“Salah satunya, saat gempa di Sulbar. Kami datang dan terlibat menyalurkan bantuan,” ucapnya.

Touring 10 Negara, Persembahan Satu Dekade WMO

Kisah lainnya, datang dari Taqwa Gaffar. Sebagai salah seorang pendiri WMO, dia punya misi khusus. Merampungkan touring ke 10 negara melengkapi perjalanan WMO menuju satu dekade.

“Jadi, touring ke 10 negara yang saya lakukan sejak tahun 2017 sekaligus persembahan ke WMO yang juga sudah menginjakkan usia 10 tahun,” kata Taqwa Gaffar, saat ditemui di Max Coffee, Senin (3/11) malam.

Taqwa menuturkan, dalam kurun waktu 10 tahun, dia sudah mengelilingi negara-negara Asia Tenggara. Minus Filipina.

“Berawal di 2017, saya mengawali ke Timor Leste. Lalu ke Malaysia, Singapura, Brunei, Laos, Thailand, Vietnam, Myanmar, hingga Kamboja,” ucapnya.

Taqwa Gaffar saat berada di Pattaya, Thailand.

Sekretaris Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Selatan ini mengatakan, tidak ada kendala berarti selama dirinya menggelar touring ke luar negeri meski aturan di masing-masing negara berbeda.

“Tidak ada kendala berarti selama dokumen lengkap. Yang berkesan, saat touring di 2024, saya sedang di Kamboja ketika konflik mereka memanas dengan Thailand soal perbatasan. Terakhir saat di Myanmar, mereka juga sedang ada konflik internal,” pungkas Taqwa Gaffar.

[ADP]