Categories: Laporan Khusus

Dari Pedalaman Maiwa, Ukir Juara di Pentas Nasional: Kisah Pecatur Muda dan Kiprah JAPFA for Kids di Enrekang

Dari pedalaman Maiwa, Muhammad Fitrah Ramadhan sukses mengukir prestasi sebagai juara 1 turnamen catur JAPFA Kids Award 2026. Bukti komitmen JAPFA dalam mendukung tumbuh kembang anak Indonesia dan menemukan talenta baru pada cabang olahraga catur.

——-

RABU pagi, 12 Agustus 2026, sekitar pukul 07.00 WITA, seperti biasanya Muhammad Fitrah Ramadhan (13) bergegas menuju sekolah. Dari sebuah rumah panggung sederhana yang dihuni bersama kedua orang tuanya, Fitrah berjalan kaki melewati jalan setapak sekitar 400 meter menuju sekolahnya.

Sejak tahun ajaran baru 2026/2027 yang dimulai pada 13 Juli 2026, Fitrah kini duduk di bangku kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu Atap (SMPN Satap) 9 Maiwa di Desa Baringin. Tepat bersebelahan dengan SDN 163 Baringin, tempat dia menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar.

Baringin, merupakan salah satu desa yang berada di kawasan pegunungan Latimojong dengan ketinggian 800 meter di atas permukaan laut (mdpl) hingga 1.200 mdpl. Desa ini masuk dalam wilayah Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, yang berjarak dari ibu kota kabupaten sekitar 40 kilometer dan dari Kelurahan Bangkala yang merupakan pusat Kecamatan Maiwa sekitar 24 kilometer. Sebagian besar wilayah desa ini merupakan kawasan hutan adat yang dijaga warga setempat dengan kearifan lokal secara turun-temurun. Warga hidup berdampingan dengan alam dan mayoritas bekerja sebagai petani dan berkebun.

Berada di kaki pegunungan Latimojong, perjalanan ke desa ini memiliki tantangan tersendiri. Kondisi jalan curam, sempit, dengan sisi kiri dan kanan berupa hutan. Beberapa kilometer ruas jalan sudah dicor beton, sebagian lagi berupa jalan tanah berbatu. Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam dengan menggunakan sepeda motor dari arah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Enrekang di sisi selatan dan timur, penulis tiba di pusat Desa Baringin sekitar pukul 09.00 WITA.

Penulis lalu bertemu dengan Muhammad Arman, Kepala SDN 163 Baringin. Di halaman sekolah yang asri dan sejuk dengan latar depan pemandangan kawasan pegunungan Latimojong, Arman bercerita tentang pendampingan JAPFA for Kids di beberapa sekolah di Kecamatan Maiwa pada kurun waktu Juni hingga Desember 2025.

“Pelaksanaannya selama enam bulan, sebanyak 21 sekolah yang menjadi lokasi pendampingan JAPFA for Kids di Kecamatan Maiwa,” ungkap Arman.

Dalam kurun waktu enam bulan tersebut, dia menuturkan, berbagai kegiatan dilaksanakan sebagai bagian dari program JAPFA for Kids. Kegiatan yang merupakan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk sejak 2008 itu, bertujuan memperbaiki gizi anak-anak melalui pendidikan tentang pola hidup sehat dan gizi seimbang, penyediaan protein hewani dan praktik pembiasaan pola hidup sehat di sekolah.

Arman menyebut, kegiatan JAPFA for Kids di sekolahnya antara lain penyuluhan dan sosialisasi kepada siswa, guru, dan orang tua mengenai pentingnya makanan bergizi, edukasi pola hidup bersih dan sehat kepada siswa, serta pemberian asupan protein hewani berupa satu butir telur setiap hari.

“Anak-anak sangat antusias mengikuti, dan manfaat kegiatan itu bisa dirasakan secara berkelanjutan,” ujar dia.

Menurut Arman, para siswa di sekolah itu mulai terbiasa dengan pola hidup bersih dan sehat yang disertai kesadaran orang tua siswa tentang pentingnya memenuhi gizi anak. Kebiasaan pola hidup bersih dan sehat itu selaras dengan program Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang menjadi program pembentukan karakter Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

“Kebiasaan pola hidup bersih dan sehat diterapkan sampai sekarang yang selaras dengan program Kebiasaan Anak Indonesia Hebat,” imbuh Arman.

Tak hanya melakukan pendampingan dalam pemenuhan gizi serta edukasi pola hidup bersih dan sehat kepada siswa, kontribusi JAPFA for Kids dalam mendukung pendidikan dan pengembangan potensi anak-anak di Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang yakni melalui keikutsertaan pada kejuaraan catur pelajar tingkat nasional.

Arman menyebut, salah satu siswanya yakni Muhammad Fitrah Ramadhan yang kini duduk di bangku SMP berhasil keluar sebagai juara 1 catur tingkat nasional pada turnamen Japfa for Kids Award 2026 yang dilaksanakan di JAPFA The Learning Centre, Bogor, Jawa Barat, 20-24 April 2026.

“Sekarang sudah tamat SD, dan ia melanjutkan sekolah di SMP Satap yang masih bersebelahan,” ujarnya.

Safaruddin, guru pendamping Muhammad Fitrah Ramadhan, menceritakan awal mula siswanya tersebut mengikuti kejuaraan catur JAPFA for Kids Award 2026.

“Awalnya, ada tim dari JAPFA yang datang ke sekolah dan melakukan seleksi terhadap 20 anak. Dari SDN 163 Baringin terpilih Muhammad Fitrah Ramadhan, ada juga dari SDN 151 Kadeppe yang diwakili Muhammad Afif Asyraf,” kata Safaruddin.

Selama tiga bulan, lanjut dia, kedua siswa tersebut mengikuti pelatihan catur secara intensif dari master yang didatangkan pihak JAPFA for Kids ke Kecamatan Maiwa. Keduanya berkesempatan bertanding dengan ribuan peserta lain yang digelar melalui zoom sebelum terpilih mengikuti kejuaraan catur tingkat nasional.

“Mereka bertanding secara zoom terlebih dulu dengan ribuan peserta, dan terpilih 10 besar yang mengikuti pertandingan langsung di Bogor. Fitrah bersama peserta dari SDN 151 Kadeppe terpilih mewakili Kabupaten Enrekang dan Sulawesi Selatan,” ujar Safaruddin.

Dia menambahkan, dirinya kembali dihubungi tim dari JAPFA for Kids yang akan kembali melakukan seleksi pecatur muda untuk mengikuti kejuaraan catur nasional pada bulan September 2026 mendatang.

“Ada sembilan orang siswa yang dipersiapkan mengikuti seleksi. Ada dari Indramayu, Lampung, Bekasi, Gorontalo, Makassar, dan termasuk Fitrah dari Enrekang,” ucap dia.

Ditemui di kesempatan yang sama, Muhammad Fitrah Ramadhan mengaku sudah menyukai permainan catur sejak kelas 4 SD. Sembari melanjutkan pendidikan formal, dia menaruh harapan untuk bisa mengejar cita-citanya sebagai atlet catur profesional. Fitrah yang berasal dari keluarga sederhana itu, bertekad membahagiakan kedua orang tuanya.

“Suka bermain catur sejak kelas 4 SD. Waktu ikut pertandingan itu (di Bogor), saya sempat khawatir dan panik,” kata dia, dengan nada polos.

BERMAIN VOLI. Siswi-siswi SDN 163 Baringin, Kecamatan Maiwa, sedang asyik bermain voli saat diabadikan pada Rabu (12/8/2026). Aktivitas olahraga merupakan salah satu penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi pelajar. Foto: Sapriadi

Bangun Kesadaran Orang Tua, Guru, dan Siswa

Tak hanya di SDN 163 Baringin, jejak pendampingan program JAPFA for Kids juga dilaksanakan di SDN 100 Salokaraja yang berlokasi di Jalan Pendidikan Nomor 01, Patondon Salu, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang. Menurut Kepala SDN 100 Salokaraja, Munsir, sekolah tersebut sudah dua kali masuk dalam program JAPFA for Kids, yakni pada November 2019 dan Juni hingga Desember 2025.

“Programnya sangat bagus karena membangun kesadaran orang tua siswa, guru, maupun siswa itu sendiri tentang pentingnya pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, melalui program satu hari satu telur membantu mengatasi gizi buruk bagi anak dengan status gizi yang kurang,” kata Munsir, saat ditemui di SDN 100 Salokaraja, Senin, 10 Agustus 2026.

Guru SDN 100 Salokaraja, Ekawati menambahkan, program JAPFA for Kids diikuti seluruh siswa di sekolah tersebut. Mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan jumlah peserta 268 siswa.

“Programnya selama enam bulan, anak-anak diberi edukasi untuk makan makanan bergizi, pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk diperhatikan cara mencuci tangan maupun memotong kuku secara rutin. Siswa juga diberi vitamin, susu murni, dan telur,” ujar Ekawati.

Menurut dia, selama program JAPFA for Kids, ada sembilan orang anak yang dilakukan pendampingan khusus karena terindikasi mengalami malnutrisi atau gizi buruk. Sebagai orang tua siswa di sekolah yang sama, Ekawati menuturkan, program pendampingan JAPFA for Kids sangat bermanfaat dalam membangun kesadaran orang tua siswa untuk lebih memperhatikan kecukupan gizi anak.

“Sangat bagus, karena selama ini orang tua tidak terlalu memperhatikan kecukupan gizi anak. Mereka tidak tahu. Dengan adanya pendampingan JAPFA for Kids, orang tua diharapkan bisa mendukung penerapan gizi seimbang anak di rumah,” ucapnya.

Kolaborasi untuk Masa Depan Anak

Kepala Unit Pelaksana Teknis Pusat Kesehatan Masyarakat (UPT Puskesmas) Maiwa, Suharningsih, menyatakan, pihaknya sangat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan JAPFA for Kids yang dilaksanakan di sejumlah sekolah di Kecamatan Maiwa untuk masa depan anak yang lebih baik.

Ia menyebut, kegiatan seperti pendampingan gizi anak hingga pemeriksaan kesehatan rutin tersebut sangat sejalan dengan program Puskesmas Maiwa, yaitu pencegahan stunting dan pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sejak usia sekolah.

“Kolaborasi antara pihak JAPFA, sekolah, dan puskesmas adalah kunci. Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dengan adanya JAPFA for Kids, kami sangat terbantu dalam hal edukasi, skrining awal, dan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan di sekolah,” ungkap Suharningsih.

Data Puskesmas Maiwa, sebanyak 77 orang siswa yang tercatat gizi kurang selama tahun 2025 di wilayah Kecamatan Maiwa. Sementara gizi lebih atau obesitas sebanyak 72 siswa, dan gizi baik atau normal tercatat 2.439 siswa.

“Harapan kami ke depan, kegiatan ini bisa terus berkesinambungan. Tentunya, ini bertujuan agar anak-anak di Maiwa bisa tumbuh sehat, cerdas, dan terbebas dari masalah gizi,” imbuhnya.

Sumber Protein Hewani Tidak Harus Mahal

Ahli Gizi Puskesmas Maiwa, Nuliati, menuturkan pentingnya pemenuhan protein hewani bagi para siswa. Tidak hanya memenuhi rasa lapar, ia menyebut kandungan protein hewani menjadi pondasi utama untuk kecerdasan otak, daya tahan tubuh, serta pertumbuhan fisik anak-anak usia sekolah.

“Pembiasaan kepada siswa untuk mengkonsumsi telur sangat penting dalam pemenuhan protein hewani, sekaligus menjadi kunci tumbuh kembang prestasi anak sekolah,” ungkap Nuliati.

Ia menjelaskan, protein hewani dari telur, ikan, daging ayam, dan susu mengandung semua jenis asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh dalam proporsi yang pas. Disebutkan, tubuh anak tidak bisa memproduksi asam amino esensial sendiri dan hanya bisa didapatkan dari makanan.

“Dibanding protein nabati, protein hewani memiliki bioavailabilitas yang lebih tinggi. Artinya, nutrisi di dalamnya lebih mudah dan cepat diserap oleh sistem pencernaan anak untuk dipakai membangun sel tubuh dan jaringan otak,” jelas Nuliati.

PROTEIN HEWANI. Pemberian telur kepada siswa SDN 100 Salokaraja sebagai bagian dari program JAPFA for Kids 2025. Telur merupakan sumber protein hewani yang terjangkau dan mudah didapatkan. Foto: Dok. SDN 100 Salokaraja

Di samping itu, lanjut dia, protein hewani juga kaya akan zat besi heme yang lebih mudah diserap daripada zat besi dari tumbuhan serta kandungan lainnya berupa zinc, vitamin B12, serta kalsium. Kandungan protein hewani tersebut bisa mencegah anemia pada anak sekolah, memaksimalkan tinggi badan atau mencegah stunting, serta membentuk otak yang kuat pada anak.

“Anak yang bebas anemia, akan lebih fokus belajar, tidak gampang mengantuk, dan punya energi sepanjang hari. Di samping itu, protein hewani juga membantu pembentukan neurotransmiter otak sehingga daya ingat, konsentrasi, dan daya tangkap anak di kelas meningkat. Anak juga tidak gampang sakit yang berdampak sering absen sekolah karena terbentuknya imunitas,” urai Nuliati.

Ia menekankan, sumber protein hewani tidak harus selalu mahal.

“Kita tidak harus selalu membeli daging sapi. Telur, ikan lokal seperti lele, kembung, dan mujair serta hati ayam merupakan sumber protein hewani yang berkualitas tinggi dan harganya terjangkau. Setidaknya, ada satu porsi protein hewani di setiap piring makan anak kita setiap hari demi masa depan generasi yang sehat dan cerdas,” pesan Nuliati.

Gizi Anak Menjadi Perhatian Bersama

Sementara itu, Head of Social Investment JAPFA Retno Artsanti menekankan, program JAPFA for Kids menjalankan berbagai strategi terintegrasi, mulai dari pemberian asupan protein hewani berupa telur setiap hari selama enam bulan bagi siswa dengan kondisi malagizi, pemantauan rutin berat dan tinggi badan siswa melalui aplikasi digital, hingga pembiasaan perilaku hidup sehat melalui program Hari Sehat JAPFA.

“Program ini juga dilengkapi dengan edukasi kesehatan, pelatihan guru, pendampingan orang tua, serta monitoring berkala guna memastikan dampak program dapat terukur secara konsisten,” ungkap Retno melalui keterangan persnya.

Sejak digulirkan pada tahun 2008, JAPFA for Kids telah menjangkau 201.056 siswa, 13.541 guru, dan 1.214 sekolah di 105 kabupaten/kota serta 28 provinsi di Indonesia hingga tahun 2025. Disebutkan, program ini menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan status gizi siswa. Pada tahun 2024, sebanyak 762 dari 1.479 siswa dengan kondisi gizi kurang dan gizi buruk berhasil meningkat menjadi gizi baik atau sebesar 51,5 persen. Sementara pada tahun 2025, sebanyak 646 dari 1.034 siswa berhasil mengalami peningkatan status gizi menjadi gizi baik atau sebesar 62,5 persen.

“Tantangan terkait gizi anak di Indonesia masih menjadi perhatian bersama. Survei Kesehatan Indonesia 2023, sebanyak 11 persen anak usia 5-12 tahun masih berada pada kategori gizi kurang dan gizi buruk berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U),” pungkas Retno Artsanti.

(Pewarta: Sapriadi)

Sapriadi PW

Sapriadi, yang lebih akrab dikenal dengan nama pena Adi Pallawalino, adalah seorang jurnalis, penulis, dan traveler. Ia adalah pendiri media online KABARWAJO.ID dan Sulbarkini.com, berkiprah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar).

Recent Posts

Jelang Porprov Sulsel 2026, Kepala BKAD Sulsel Tinjau Kesiapan Venue di Bone

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…

5 jam ago

Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu Jabat Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemendagri

Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.

3 hari ago

Badan Komunikasi Diminta Sampaikan Masukan dan Kritikan Masyarakat ke Presiden

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…

4 hari ago

Pergantian Kepala Badan Komunikasi RI, DIR Ungkap Hasil Analisis di Media Mainstream dan Media Sosial

Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…

4 hari ago

“Gaspol” Usai Dilantik: Kapolri Suyudi Rombak Total Kapolda di Jawa, Ganti Empat Kapolda di Sulawesi

Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…

4 hari ago

Wagub Dorong Perbankan Dekatkan Pelayanan ke Masyarakat, Literasi Keuangan Sulsel di Angka 61 Persen

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…

4 hari ago