Sengkang, KABARWAJO.ID – Pelaksanaan ibadah Jumat Agung di dua gereja di Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, berlangsung khidmat dan kondusif.
Sejumlah jemaat di dua gereja, yakni Gereja Pantekosta di Jalan Nusa Tenggara dan Gereja Toraja Jemaat Sengkang di Jalan Nangka, Kecamatan Tempe, memperingati penyaliban dan wafatnya Yesus Kristus dengan suasana tenang dan khidmat.
Jumat Agung sebelum perayaan Minggu Paskah ini, menjadi bagian dari Pekan Suci untuk merenungkan pengorbanan Yesus dalam menebus dosa manusia. Tanpa perayaan sukacita, sejumlah jemaat di dua gereja larut dalam lantunan doa-doa sekaligus momentum refleksi diri.
Kepala Kepolisian Sektor Tempe AKP Candra Said Nur yang memimpin langsung pengamanan ibadah Jumat Agung di wilayah Kecamatan Tempe mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif.
Selain penjagaan di sekitar gereja, personel gabungan juga melaksanakan monitoring guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama ibadah Jumat Agung berlangsung.
“Pengamanan ini dilakukan untuk memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman, sekaligus bentuk pelayanan kepolisian untuk memberikan rasa aman bagi saudara-saudara kita yang melaksanakan ibadah Jumat Agung,” kata Kapolsek Tempe.
Candra mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing, khususnya selama rangkaian perayaan keagamaan.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap menjaga toleransi antarumat beragama serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan,” ujarnya.
Jumat Agung merupakan salah satu hari besar umat Kristen dalam memperingati penyaliban dan wafatnya Yesus Kristus di Bukit Golgota sekaligus momen perenungan atas kasih, kerendahan hati, dan pengampunan-Nya.
Jumat Agung merupakan bagian dari “Triduum Paskah” (Tiga Hari Suci) yang meliputi Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci. Pada Minggu Paskah, umat Kristen merayakan kebangkitan Yesus Kristus. []



