KABARWAJO.id – Kepolisian Resor Wajo memberi atensi khusus atas terjadinya ledakan di salah satu rumah kos di Jalan Anggrek, Kota Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kapolres Wajo AKBP Fatchur Rochman menuturkan pihaknya akan menelisik lebih jauh terkait kasus ledakan itu. Hal ini lantaran sudah dua kali terjadi ledakan di rumah kos yang sama.
“Ledakan ini sudah (terjadi) kedua kalinya di kos yang sama. Dulu kamar nomor 5, sekarang kamar nomor 7 dan 8. Ini menjadi atensi khusus,” ungkap Fatchur, Rabu 12 Juli 2023.
Mantan Kapolres Maros ini menambahkan, tim Pusat Laboratorium Forensik Polda Sulsel masih memeriksa lokasi kejadian. Sebelumnya, ledakan di rumah kos Jalan Anggrek terjadi pada Jumat 7 Juli 2023 sekitar pukul 17.30 WITA.
Korban bernama Sahda Yusuf (26) mengalami luka bakar di sekujur tubuh usai terkena ledakan saat buang air besar (BAB). Hasil olah TKP yang dilakukan polisi pemicu ledakan diduga unsur gas yang berasal dari septic tank.
“Berdasarkan hasil olah TKP yang dilakukan oleh Puslabfor Polda Sulsel yang dipimpin Kompol I Nengah Tetep, penyebab ledakan tersebut adalah unsur gas yang mirip yang ada di septic tank dan pada saat yang bersamaan korban (penghuni kamar kos) menyalakan korek api dengan maksud untuk merokok sambil BAB (buang air besar),” ungkap Fatchur Rochman.
Akibat ledakan ini, Sahda Yusuf mengalami luka bakar di wajah, dada, tangan, kaki dan saat ini mendapatkan perawatan medis di RS Hikmah Sengkang.
Selain itu, ledakan ini juga menyebabkan dinding pembatas dalam ruang kos roboh dan hancur serta kaca jendela depan pecah.

Ledakan pada Oktober 2022
Kejadian serupa di tempat yang sama terjadi pada Selasa, 18 Oktober 2022 lalu. Saat itu, korban bernama Anugrah Zulfika (22) yang merupakan CPNS Kejaksaan Negeri Sengkang meninggal dunia usai menderita luka bakar serius akibat tersambar ledakan.
“Dari hasil pemeriksaan Tim Labfor, tidak ditemukan adanya bahan peledak. Ledakan diakibatkan adanya tabung gas berisi 8.000 ml, gas oksigen murni,” ungkap Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana dilansir kumparan, Rabu 19 Oktober 2022.
Suartana menerangkan, tabung gas oksigen ini diduga bocor. Kemudian, karena kamar kos tersebut tidak memiliki ventilasi sehingga gas oksigen mengendap dan terkontaminasi dengan udara. Ketika korban menyalakan api, langsung terjadi ledakan.
“Kamar berada pada ruangan yang kedap sehingga udara dalam kamar pun diduga sudah terkontaminasi dengan gas murni. Dan saat menyalakan api, terjadi ledakan,” bebernya.
“Tabung gas (oksigen) untuk asma. Informasinya, korban memang mengalami riwayat gangguan pernapasan,” terang Komang Suartana. (tim/dip)




Tinggalkan Balasan