WA Channel

Sabbangparu, KABARWAJO.ID – Langkah nyata dilakukan oleh Mahasiswa KKN 114 Kabupaten Wajo dari Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, yang bersinergi dengan Dinas Peternakan Kabupaten Wajo dalam upaya menekan dampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sempat merebak di daerah ini.

Kegiatan pemeriksaan ternak yang digelar mencakup pemberian vitamin, antibiotik, hingga obat cacing bagi hewan ternak milik masyarakat, Rabu (16/7). Aksi ini menjadi napas segar bagi para peternak yang sempat terpuruk dan khawatir menjelang perayaan Iduladha.

Langkah cepat ini disambut antusias, menunjukkan bahwa mahasiswa bukan sekadar pengabdi, melainkan agen perubahan di tengah masyarakat.

Kegiatan itu hadir bukan tanpa alasan. Sebelumnya, beberapa peternak dan Kepala Kelurahan Sompe menyampaikan kekhawatiran atas kondisi ternak mereka yang menunjukkan gejala PMK. Ternak yang sakit bukan hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga memukul secara psikologis para peternak kecil.

Melihat keresahan itu, salah satu mahasiswa KKN, Nurul Fauziah Azzahrah, dengan sigap mengusulkan kepada Dinas Peternakan agar segera dilakukan pemeriksaan dan tindakan kesehatan hewan. Usulan ini pun langsung direspon secara positif dan menjadi titik awal kolaborasi ini.

Didampingi oleh pihak Dinas Peternakan Wajo, yakni Drh Milawarni dan Abdul Rasyid, kegiatan ini terlaksana dengan sangat terkoordinasi dan profesional. Dua titik pemeriksaan dipilih berdasarkan sebaran peternak aktif di wilayah Kelurahan Sompe, yakni di kediaman warga bernama Marwan dan kandang milik Hatta.

Para peternak pun berbondong-bondong membawa ternaknya untuk diperiksa, menunjukkan kepercayaan besar terhadap program ini. Suasana hangat dan penuh harapan pun menyelimuti setiap lokasi kegiatan.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada Drh Milawarni dan Bapak Abdul Rasyid yang telah mewadahi serta mendukung penuh kegiatan kami. Tanpa dukungan mereka, program ini tidak akan bisa berjalan seefektif ini,” ujar Nurul Fauziah Azzahrah, Mahasiswa Fakultas Peternakan Unhas yang juga menjadi penggagas kegiatan.

Dengan penuh semangat, ia menyampaikan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanya bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral sebagai insan peternakan.

Pemberian vitamin dan antibiotik menjadi langkah awal yang sangat penting dalam memperkuat daya tahan tubuh ternak. Sementara itu, obat cacing diberikan untuk memutus siklus parasit yang kerap menjadi penyebab menurunnya produktivitas hewan.

Tindakan ini sangat krusial terlebih menjelang momen penting seperti Idul Adha, di mana kualitas ternak menjadi perhatian utama. Masyarakat Sompe pun merasa lega karena akhirnya mendapat perhatian dari tenaga profesional dan akademisi muda.

Tidak hanya menjadi kegiatan kesehatan hewan semata, program ini juga menjadi momen edukatif bagi para peternak. Mereka diberi pemahaman singkat tentang gejala PMK, cara penularannya, serta langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan secara mandiri.

“Kami tidak hanya ingin menyembuhkan, tapi juga mencegah. Edukasi adalah kunci agar para peternak lebih siap menghadapi tantangan di masa depan,” tutur Drh. Milawarni dengan penuh semangat.

Peternak seperti Bapak Marwan dan Bapak Hatta mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Mereka bahkan berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara berkala di masa mendatang.

“Biasanya kami bingung harus ke mana kalau ternak sakit. Tapi hari ini, dokter dan mahasiswa datang langsung ke kampung kami. Ini luar biasa!” ujar Bapak Marwan dengan penuh syukur.

Kepercayaan masyarakat terhadap institusi peternakan pun meningkat secara signifikan. Suasana akrab dan penuh kekeluargaan tercipta sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa, dokter hewan, dan peternak menyatu dalam semangat gotong royong yang menghangatkan hati.

Momen ini menjadi bukti bahwa sinergi antara akademisi dan pemerintah mampu membawa solusi konkret terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Bahkan beberapa peternak tampak ingin mengetahui lebih lanjut tentang kesehatan hewan dan bercita-cita membentuk kelompok tani ternak yang lebih terorganisir.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, satu masalah besar para peternak di Kelurahan Sompe mulai menemukan titik terang. Harapan baru telah ditanamkan, dan kepercayaan terhadap peternakan yang sehat kini tumbuh kembali. Ini bukan sekadar pengobatan ternak ini adalah bentuk nyata kepedulian dan kerja sama lintas sektor yang menghasilkan manfaat luar biasa bagi masyarakat.

Pemeriksaan ternak hari ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan pengabdian yang lebih besar. Mahasiswa KKN 114 Fakultas Peternakan Unhas berkomitmen untuk terus menyumbangkan ilmu, tenaga, dan semangatnya untuk masyarakat.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi model ideal bagi daerah lain dalam menangani krisis kesehatan ternak. Kelurahan Sompe kini tak lagi berjalan sendiri, mereka punya kawan seperjuangan dalam menjaga keberlangsungan ternak dan harapan hidup para peternaknya. (*)