WA Channel

Sengkang, KABARWAJO.ID – Perhelatan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Tingkat Nasional dan Internasional tahun 2025 akan dipusatkan di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, selaku tuan rumah. Kegiatan ini bakal digelar pada 2-7 Oktober 2025.

Logo dan maskot MQK Nasional ke-8 dan Asia Tenggara ke-1 ini diluncurkan di Aula HM Rasjidi Kantor Kementerian Agama RI pada Selasa (8/7/2025). Sebagai maskot, panitia penyelenggara menyepakati pemilihan ikan khas Danau Tempe, bale bungo.

Maskot MQK 2025 diberi nama Bungosa, yang merupakan akronim dari “Bungo” dan “Asa” (harapan dalam Bahasa Bugis).

Bungosa digambarkan sebagai sosok yang tenang, bijaksana, dan memiliki kedalaman makna, merepresentasikan filosofi hidup masyarakat Bugis yang menghargai kesabaran, kerendahan hati, dan kekuatan dalam kesunyian.

Ikan bungo hidup di dasar danau yang keruh, jarang menampakkan diri, namun bernilai tinggi bagi masyarakat setempat.

Karakter ini melambangkan keteguhan dalam tekanan, kebersahajaan, dan kearifan dalam diam—nilai-nilai yang sangat selaras dengan dunia pesantren dan pembelajaran kitab turats yang penuh perenungan dan kesungguhan batin.

Dalam desain visual Bungosa, juga tertanam motif tradisional Bugis seperti Balo Tettong dan Balo Makkalu, yang bila dipadukan membentuk Sulapa Eppa’ (persegi empat), simbol kesempurnaan hidup.

Empat unsur kehidupan menurut falsafah Bugis—tanah (kesabaran), air (kerendahan hati), api (semangat), dan angin (kejujuran)—terpadu dalam sosok maskot ini.

Sementara itu, Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar menekankan makna spiritual di balik MQK.

“Qira’atil Kutub bukan hanya soal membaca kitab, tetapi menjiwai teks, memahami makna terdalam dari warisan ulama klasik,” ucap Menag. []