KABARWAJO.ID – Kambe, warga Dusun Batucokkong, Desa Lalliseng, Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, hanya bisa menyimpan rasa keterkejutan saat dirinya menemukan tengkorak manusia beserta kerangka di kebun miliknya pada Minggu (16/3) sekitar pukul 10.00 WITA.
Saat itu, Kambe tak berpikir untuk memegang atau memindahkan tengkorak beserta kerangka manusia tersebut. Dia baru memindahkan kerangka manusia itu keesokan harinya, Senin (17/3), saat hendak membakar rumput.
Kambe memilih memindahkan kerangka manusia tersebut ke sawah warga setempat lainnya, Asriadi Bakri. Pada Rabu (19/3), giliran Asriadi dikejutkan penemuan kerangka manusia di sawah miliknya saat dia sementara menyemprot rumput liar.
Spontan, Asriadi memvideokan sesuatu yang tidak biasa itu. Dia lalu melaporkan hal tersebut ke pemerintah setempat serta ke Polsek Keera.
Polisi yang menerima laporan, langsung mendatangi lokasi penemuan kerangka manusia itu. Menurut Kapolsek Keera, AKP Asrudi, ditemukan parang dan celana di sekitar kerangka manusia yang ditemukan itu.
Dia menuturkan, polisi langsung melakukan penyelidikan terkait penemuan kerangka manusia tersebut.
“Personel Polres Wajo dan Polsek Keera menemukan bagian tulang manusia di sekitar tempat penemuan tengkorak, serta parang dan celana yang diduga digunakan,” ungkap Asrudi, dalam keterangannya.
Lakukan Identifikasi
Sementara itu, tim forensik Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Biddokkes Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan lalu mengidentifikasi kerangka manusia itu untuk menguak identitas korban, perkiraan waktu kematian, hingga motif di baliknya.
“Dalam hal ini tim mendalami perkiraan umur, jenis kelamin, perkiraan waktu kematian, dan pengambilan sampel pengujian DNA secara Scientific Crime Investigation (SCI),” kata Sultan kepada wartawan di Makassar, Sabtu (22/3).
Untuk memudahkan identifikasi yang dilakukan Tim Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, Sultan meminta warga yang merasa kehilangan anggota keluarga mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara dan mencocokkan dengan identitas kerangka manusia tersebut.
Dia menyatakan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah setempat serta Polres Wajo terkait identifikasi kerangka manusia tersebut.
“Apabila ada diduga pihak keluarga yang merasa kehilangan, dapat melaporkan kepada pihak kepolisian,” pungkas Sultan.
(Editor : Sapriadi PW)




Tinggalkan Balasan