WA Channel

KABARWAJO.ID – Selain sesar Palu Koro yang merupakan sesar mendatar mengiri (sinistral strike slip fault) dan tergolong sebagai sesar aktif dan beberapa kali memicu gempa merusak di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, sesar aktif lainnya di Pulau Sulawesi yakni sesar Walanae.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Pusat Studi Gempa Nasional tahun 2017 , sesar ini membelah dan melintasi beberapa kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan sepanjang 130 kilometer dengan pergerakan mendatar (strike slip).

Sesar Walanae memiliki potensi mengeluarkan gempa besar dengan kekuatan 7,1 magnitudo. Data BBMKG Wilayah IV Makassar mencatat beberapa gempa kuat yang terjadi di Sulawesi Selatan dipicu pergerakan sesar Walanae. Di antaranya gempa berkekuatan 6,0 magnitudo yang berpusat di Pinrang pada tahun 1997.

Pada tahun 1993, pergerakan sesar Walanae juga pernah memicu gempa berkekuatan 5,4 magnitudo disusul gempa berkekuatan 5,0 magnitudo yang berpusat di Sengkang, Kabupaten Wajo. Data BMKG menunjukkan, hampir seluruh kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan pernah mengalami kejadian gempa, kecuali di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa.

Kabupaten yang paling aktif mengalami kejadian gempa dipicu pergerakan sesar Walanae yakni Kabupaten Pinrang, Bone, dan Maros. Kendati demikian, sesar ini tidak seaktif sesar lain di Sulawesi, seperti Sesar Palu Koro, Sesar Matano, sesar-sesar di Mamuju, Sesar Lawanopo, dan Sesar Gorontalo.

Fakta lain kecepatan sesar di Walanae menurut Pusgen adalah yang terkecil yaitu sekitar 0,5 mm per tahun dibandingkan dengan sesar lain misalkan Sesar Palu Koro 10 mm per tahun dan Sesar Matano 7 mm per tahun.

Faktor tersebut yang kemungkinan menyebabkan frekuensi jumlah gempa di Sesar Walanae sangat kecil dibandingkan dengan sesar lain. Namun demikian, kita tetap harus waspada karena suatu lokasi yang pernah rilis gempa suatu saat akan terjadi perulangan gempa di tempat tersebut.

Sebelumnya, mantan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengungkapkan, dalam catatan BMKG, Sidrap pernah diguncang gempa dahsyat 6 magnitudo pada 29 September 1997. Saat itu, 16 orang dilaporkan tewas, 35 orang luka berat, serta 250 rumah rusak.

“Sulsel juga terdampak tsunami Teluk Mandar 11 April 1967 yang menewaskan 58 orang,” ungkap Daryono, Minggu (16/2/2025).

Berikut riwayat kegempaan sesar Walanae:

  • Gempa Bulukumba tahun 1828 yang terasa dengan intensitas MMI VIII-IX
  • Gempa beruntun 5,4 magnitudo dan 5,0 magnitudo berpusat di Sengkang pada tahun 1993
  • Gempa 6 magnitudo di Pinrang pada tahubn1997 yang terasa dengan intensitas MMI VII di Pinrang, Rappang, Parepare
  • Gempa 4,1 magnitudo pada Sabtu (8/2/2025) yang dirasakan pada skala MMI II-III di Bone.