Sengkang, KABARWAJO.ID – Sekitar 1,5 hektare lahan di Desa Mario, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, dipersiapkan sebagai lokasi pengelolan hutan wakaf. Dalam pengembangan ke depan, akan diperluas menjadi 5 hektare.
Ini terungkap melalui kegiatan yang diinisiasi Muslims for Shared Action on Climate Impact (MOSAIC) bekerja sama dengan Yayasan Hutan Wakaf Bogor di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wajo pada Kamis, 6 Maret 2025.
Steering Commitee MOSAIC, Nur Hasan Murtiaji, mengatakan, Kabupaten Wajo merupakan daerah pertama dalam road show wakaf hutan di empat provinsi.
Wajo sebelumnya dicanangkan sebagai Kota Wakaf oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar.
“Wajo istimewa karena semua tanaman bisa tumbuh. MOSAIC hadir untuk membantu mengatasi perubahan iklim dengan mengajak umat Islam berkolaborasi,” kata Nur Hasan dalam siaran persnya yang diterima KABARWAJO.ID.
Sementara Ketua Yayasan Hutan Wakaf Bogor, Dr Khalifah Muhammad Ali, dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menyatakan pentingnya hutan bagi masyarakat.
“Wakaf yang dikenal selama ini hanya 3M, masjid, makam, madrasah. Padahal hutan wakaf yang dikelola dengan baik bisa memberdayakan masyarakat mengingat masih banyak orang miskin yang hidup di sekitar hutan atau sekitar 18,46 juta jiwa (63,43 persen) ,” jelas Khalifah.
Kepala Kantor Kemenag Wajo Muhammad Subhan menuturkan, dalam menghadapi pemanasan global, Kementerian Agama hadir lebih awal mengusung program inovatif yaitu Ekoteologi yang dijabarkan kementerian sampai ke tingkat paling bawah.
“Di Sulawesi Selatan, Kanwil Kementerian Agama telah menerjemahkan dengan sebuah aksi namanya Kemenag go green, seluruh jajaran kementerian diajak untuk penghijauan di mana-mana,” kata Subhan.
Dia menambahkan, Kementerian Agama berupaya mengoptimalkan lahan-lahan produktif di lingkungan KUA dan Madrasah melalui penanaman.
Subhan menyebut Kabupaten Wajo memiliki keunikan tersendiri karena potensi kesuburan tanahnya yang memungkinkan berbagai jenis tanaman tumbuh dengan baik.
“Ini amanah yang harus kita jaga,” ujar dia.
Sementara Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Wajo, Andi Musdalifah, menekankan pentingnya kegiatan diskusi seperti ini mengingat Wajo sebagai Kota Wakaf.
“Wakaf hutan itu cara baru untuk menjaga lingkungan, memberi manfaat ekonomi dan pendidikan. Semoga ini jadi awal program wakaf hutan yang berkelanjutan di Wajo,” ucap Musdalifah. []




Tinggalkan Balasan