WA Channel

KABARWAJO.ID – Jurnalis BeritaWajo.ID, Edi Prekendes, mengisahkan aktivitas barunya memelihara bayi monyet berusia tiga bulan asal Thailand yang diberi nama Boy Kong.

Menurut Edi, bayi monyet jenis beruk ekor pendek itu diadopsi dari salah seorang warga Thailand yang ditemuinya di Makassar pada awal Desember 2024 lalu.

Penelusuran KABARWAJO.ID, beruk ekor pendek tersebut memiliki nama latin Macaca nemestrina. Nama belakang nemestrina berasal dari Bahasa Latin Nemestrinus yang merupakan nama dewa kebun.

Spesies primata ini merupakan hewan endemik Asia Tenggara dan bisa ditemui di Thailand bagian selatan, Malaysia, Brunei Darussalam, serta Indonesia tepatnya di Sumatera dan Kalimantan.

Edi Prekendes bersama bayi monyet peliharaannya yang diberi nama Boy Kong.

Dilansir IDN Times mengutip dari Thai National Parks, monyet ini termasuk hewan terestrial yang kerap beraktivitas di daratan.

Namun, beruk ekor pendek juga dikenal sebagai pemanjat ulung yang bisa bergerak dengan cepat dan lincah di pepohonan.

Selain memanjat, kerabat Boy Kong juga termasuk perenang cukup baik. Dengan semua keahlian yang dimiliki, spesies primata ini punya kehidupan sangat fleksibel.

Beruk termasuk satwa omnivora dengan makanan utamanya adalah buah-buahan, biji-bijian, jamur, dan invertebrata. Mengutip artikel Tempo, beruk memiliki tugas khusus di Pariaman, Sumatera Barat.

Di daerah ini, kerabat Boy Kong itu dilatih khusus memanjat kelapa dan disekolahkan di tempat bernama Sekolah Tinggi Ilmu Beruk (STIB).

Sekolah tinggi khusus beruk itu dikelola Badan Usaha Milik Desa di Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat.

Melalui pelatihan khusus, beruk bisa memilih buah kelapa dan membedakan yang harus diambil dan mana yang tidak. []