WA Channel

Sengkang, KABARWAJO.id – Ruas jalan yang menghubungkan Kelurahan Anabanua, Kecamatan Maniangpajo dengan Malakke, Kecamatan Belawa, sepanjang sekitar 28,6 kilometer semakin hari kondisi kerusakan jalan semakin memprihatinkan.

Selain menjadi jalur penghubung antara dua kecamatan, jalan ini juga menjadi akses perekonomian bagi warga untuk mengangkut gabah saat musim panen.

Dudhy, salah seorang warga Kelurahan Anabanua mengatakan, ruas jalan tersebut rusak berat sejak lima tahun terakhir. Tak hanya pengendara roda empat, pengendara roda dua pun harus berjibaku melewati jalan berlubang dan bergelombang saat melintasi jalan tersebut.

“Apalagi kalau musim hujan, jalanan sudah seperti kolam-kolam dan rawan memicu kecelakaan,” kata Dudhy, Selasa (20/6/2023).

Warga lainnya, Fattah menyatakan, ruas jalan tersebut sangat penting bagi aktivitas keseharian warga karena menjadi satu-satunya akses bagi warga di Kelurahan Tangkoli menuju pusat ibu kota Kecamatan Maniangpajo.

“Besar harapan kami, kiranya ruas jalan ini mendapat perhatian pemerintah dan segera diperbaiki,” ujarnya.

Fattah menambahkan, ruas jalan yang masuk kewenangan Pemprov Sulsel itu sempat akan diperbaiki sekitar tahun 2021.

Namun, pengerjaan jalan mandek seiring tertangkapnya Gubernur Sulawesi Selatan saat itu, Nurdin Abdullah, oleh KPK pada Februari 2021.

“Sudah pernah mau dikerjakan, tapi tidak berlanjut karena gubernur (Nurdin Abdullah) ditangkap,” tuturnya.

Warga lainnya, Sulaeman menambahkan, warga di Kelurahan Tangkoli terkadang swadaya memperbaiki ruas jalan yang rusak berat itu saat musim panen tiba untuk akses pengangkutan gabah hasil panen.

“Kalau musim panen, warga di sini yang kadang inisiatif tambal jalan yang berlubang. Tapi setelah itu hujan, rusak lagi,” jelasnya.

 

Kondisi ruas jalan Anabanua-Belawa saat musim penghujan. Foto: Istimewa

Sebelumnya, Pemprov Sulsel melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) menjanjikan akan mengerjakan ruas jalan Anabanua, Malakke, hingga batas Kota Sidrap tahun anggaran 2023.

“Ada empat ruas jalan provinsi di Kabupaten Wajo yang akan ditangani untuk APBD Tahun Anggaran 2023. Salah satunya ruas Anabanua-Malakke-ruas batas Kabupaten Sidrap,” ungkap Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Sulsel, Irawan Dermayasamin, Kamis (30/3/2023) lalu.

Irawan menambahkan, ruas jalan provinsi lainnya yang ada di Kabupaten Wajo yang akan diperbaiki yakni jalan ruas Anabanua – Impa-impa, ruas jalan Solo-Peneki-Kulampu, serta ruas jalan Doping – Atapange.

“Ruas jalan di Kabupaten Wajo menjadi perhatian Bapak Gubernur untuk ditangani secara bertahap. Telah dialokasikan anggarannya, Insya Allah segera ditangani,” ucapnya.

Dikutip dari fajar.co.id, penanganan ruas jalan tersebut hanya sepanjang 1 kilometer dengan pagu anggaran sebesar Rp 6 miliar. Supervisi dimenangkan PT Intensif Konsultan Pembangunan senilai Rp 584 juta.

Dalam uraian singkat pekerjaan ruas tersebut, panjang atau bentang 1 kilometer dengan jangka waktu pelaksanaan kegiatan diperkirakan selama 5 bulan atau 150 hari kalender.

Sekretaris Komisi III DPRD Wajo, Arga Prasetya Ashar mengaku, berdasarkan kunjungan ke masyarakat di Desa Wele, Kecamatan Belawa, masyarakat mempertanyakan pelaksanaannya.

“Banyak masyarakat berharap jalan mereka di Wele dibangun tahun ini, sementara volume pekerjaan diperkirakan cuma satu kilometer,” kata Arga, Senin (17/4/2023) lalu.

Menurutnya, dengan volume yang hanya 1 kilometer, maka akses jalan di wilayah tersebut tidak akan tersentuh sama sekali.

“Anggaran ini bisa meng-cover wilayah Belawa, kalau peningkatan jalan segmen kelas c,” sebutnya. [tim]