Categories: Laporan Khusus

Terungkap, Pertumbuhan Ekonomi di Wajo Anjlok pada 2023 Salah Satunya Dipicu Banyak Sawah Gagal Panen

Sengkang, KABARWAJO.id – Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, pertumbuhan ekonomi di daerah ini terendah se-Sulawesi Selatan pada tahun 2023.

Hal itu merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel per tahun 2019 – 2023. Laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan di Kabupaten Wajo tahun 2022 hanya tumbuh sebesar 2,38 persen sedangkan pada tahun 2023, tercatat 1,43 persen.

Angka tersebut jauh dari pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 4,51 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,05 persen.

Data yang dihimpun Tim Data Kabar Wajo, salah satu yang memicu rendahnya pertumbuhan ekonomi di daerah ini karena adanya penurunan produksi gabah kering giling akibat banyaknya sawah yang mengalami gagal panen.

Hal itu diungkapkan Penjabat Bupati Wajo, Andi Bataralifu, saat memberi jawaban terhadap pandangan umum fraksi DPRD Kabupaten Wajo atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Wajo tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun 2023, dalam rapat Paripurna DPRD Wajo, Kamis (13/6/2024) lalu.

Saat itu, Andi Bataralifu menjawab pandangan umum fraksi Partai Gerindra dan fraksi Partai Demokrat yang menyorot rendahnya pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Wajo pada tahun 2023.

Pj Bupati Wajo menyebut bahwa pada tahun 2023 terjadi penurunan produksi gabah kering giling dampak banyaknya sawah yang gagal panen imbas fenomena El Nino.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Wajo sangat dipengaruhi sektor pertanian dengan kontribusi sebesar 33,68 persen.

“Sehingga, apabila terjadi sedikit saja perubahan pendapatan sektor pertanian, maka akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,” kata Andi Bataralifu sebagaimana dirilis Humas DPRD Wajo.

Kondisi tersebut, lanjut dia, diikuti dengan penurunan kontribusi dari sub sektor perkebunan dan jasa pertanian serta perburuan.

“Termasuk (fenomena) El Nino yang berdampak pada banyaknya sawah yang gagal panen,” ujar Bataralifu.

Capaian Kinerja Makro Kabupaten Wajo pada tahun 2023. Foto: Istimewa

Pejabat di Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri ini menuturkan, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa dilakukan dengan dukungan empat faktor, yakni sumber daya manusia, sumber daya alam, sosial budaya, serta perkembangan teknologi.

“Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, yang harus dilakukan adalah meningkatkan faktor yang menpengaruhi pertumbuhan ekonomi tersebut,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu juga terungkap, Pemerintah Kabupaten Wajo masih mengandalkan pendapatan dana transfer dari pemerintah pusat serta kontribusi PAD sekitar 12 persen dari total pendapatan daerah.

Sementara terkait dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada PT SMI yang dilakukan pada tahun 2021, jangka waktu pengembalian pinjaman selama tiga tahun dan berakhir pada tahun 2024.

“Kita belum memikirkan untuk melakukan pinjaman lagi,” tutur Bataralifu.

Dampak El Nino 6 Bulan

Menurunnya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Wajo pada tahun 2023 dibenarkan mantan Bupati Wajo periode 2019 – 2024, Amran Mahmud.

Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Wajo yang kembali maju sebagai calon bupati itu menyebut, anjloknya pertumbuhan ekonomi Wajo pada 2023 dipicu dampak El Nino yang berpengaruh pada hasil pertanian di daerah ini.

“Tahun 2023 perekonomian sempat anjlok karena adanya dampak El Nino selama 6 bulan, dan perekonomian Wajo sangat bergantung pada sektor pertanian,” ujar Amran Mahmud pada sesi debat perdana paslon Pilkada Wajo di Hotel Sallo, Sengkang, Minggu (3/11).

Sementara berdasarkan Ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (RLPPD) Kabupaten Wajo tahun 2023, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Wajo tahun 2023 mengalami penurunan.

Tahun 2022, pertumbuhan ekonomi di daerah ini mencapai 2,38 dan pada tahun 2023 turun menjadi 1,43 yang diakibatkan lapangan usaha banyak yang tertutup.

(*/Tim Data Kabar Wajo)

Tim kabarwajo

Recent Posts

Jelang Porprov Sulsel 2026, Kepala BKAD Sulsel Tinjau Kesiapan Venue di Bone

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…

6 jam ago

Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu Jabat Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemendagri

Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.

3 hari ago

Badan Komunikasi Diminta Sampaikan Masukan dan Kritikan Masyarakat ke Presiden

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…

4 hari ago

Pergantian Kepala Badan Komunikasi RI, DIR Ungkap Hasil Analisis di Media Mainstream dan Media Sosial

Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…

4 hari ago

“Gaspol” Usai Dilantik: Kapolri Suyudi Rombak Total Kapolda di Jawa, Ganti Empat Kapolda di Sulawesi

Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…

4 hari ago

Wagub Dorong Perbankan Dekatkan Pelayanan ke Masyarakat, Literasi Keuangan Sulsel di Angka 61 Persen

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…

5 hari ago