Makassar, KABARWAJO.ID – Anggota DPR RI Andi Yuliani Paris menghadiri kegiatan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) Tahun 2026 yang dilaksanakan di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Jumat (23/10).
Kegiatan yang diinisiasi Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan ini juga dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo.
Kehadiran politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan produksi pangan, menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani dan pelaku sektor pangan.
Dalam upaya meningkatkan produksi pangan, Andi Yuliani Paris telah mendistribusikan sebanyak 15.000 unit pompa air berbahan bakar gas dan 13.000 unit mesin katinting berbahan bakar gas.
Bantuan tersebut merupakan langkah untuk mendukung aktivitas masyarakat di sektor pertanian dan perikanan sekaligus memperkuat kapasitas produksi pangan di berbagai wilayah.
“Dukungan terhadap sarana produksi menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga ketersediaan pangan,” ungkap Andi Yuliani Paris.
Ia menyebutkan, melalui pemanfaatan pompa air, petani diharapkan lebih terbantu dalam memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian. Sementara itu, bantuan mesin katinting berbahan bakar gas diharapkan mampu menunjang aktivitas nelayan dalam meningkatkan produktivitas perikanan.
Distribusi Benih Cabai
Di samping itu, AYP juga aktif mendistribusikan benih berbagai jenis cabai sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi. Langkah ini penting karena cabai merupakan salah satu komoditas pangan yang kerap memberikan tekanan terhadap inflasi, terutama ketika terjadi peningkatan permintaan atau penurunan pasokan di pasar.
“Distribusi benih cabai diharapkan dapat mendorong masyarakat dan kelompok tani meningkatkan produksi secara mandiri, memperkuat ketersediaan pasokan lokal, serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari daerah lain,” ucapnya.
“Dengan meningkatnya produksi, gejolak harga cabai diharapkan dapat ditekan sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga,” imbuh AYP.
Ia menuturkan, pengendalian inflasi pangan tidak cukup hanya dilakukan melalui pemantauan harga di pasar, tetapi juga harus disertai langkah konkret dari sisi produksi dan distribusi.
“Dukungan terhadap petani dan nelayan, penyediaan sarana produksi, serta pengembangan komoditas pangan strategis menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan,” sebutnya.
Melalui momentum GPIPS Wilayah Sulampua 2026, Andi Yuliani Paris mendorong agar upaya peningkatan produksi pangan dan pengendalian inflasi terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah, pemangku kepentingan, petani, nelayan, dan masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan pangan, menstabilkan harga kebutuhan pokok, serta memastikan masyarakat memperoleh pangan dengan harga terjangkau.
Penguatan sektor produksi dan pengendalian inflasi pun diharapkan berjalan beriringan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Sulampua. []



