Categories: Hukum dan Kriminal

Kesaksian Kades Benteng Lompoe atas Dugaan Pemerasan, Terima Pesan WA: Kenapa Kacau Begini Dinda?

Sengkang, KABARWAJO.ID – Kepala Desa Benteng Lompoe, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, Herman, melaporkan empat oknum anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ke Kepolisian Resor Wajo atas dugaan pemerasan terhadap dirinya.

Laporan itu dilayangkan Kepala Desa Benteng Lompoe melalui kuasa hukumnya, Sudirman, di Mapolres Wajo, Kamis (24/4).

Keempat oknum anggota LSM itu dilaporkan atas dugaan tindak pidana pemerasan sebagaimana diatur dalam pasal 368 ayat 1, atau pasal 369 ayat 1 juncto pasal 55 kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

“Awalnya, Kepala Desa Benteng Lompoe dilaporkan ke kejaksaan pada 7 Agustus 2023 dan ke Polres Wajo pada 10 September 2023 oleh DR. Lalu pada 17 Oktober 2023, ada okunm dari lembaga lain mengirim pesan melalui WhatsApp yang memuat permintaan uang Rp 30 juta untuk mengamankan laporan LSM sebelumnya yang sedang berproses di Polres Wajo,” jelas Sudirman selaku kuasa hukum.

Namun, kata dia, permintaan itu tidak ditanggapi Kepala Desa Benteng Lompoe karena merasa jumlahnya terlalu banyak dan tidak merasa bersalah sehingga tidak bersedia memenuhi permintaan tersebut.

Sudirman menambahkan, Kepala Desa Benteng Lompoe berulang kali diintimidasi oleh oknum-oknum tersebut melalui pesan WhatsApp dengan modus meminta uang puluhan juta rupiah untuk mengamankan kasusnya yang disebutkan sedang berproses di Polres Wajo.

Kepala Desa Benteng Lompoe, Herman, dalam laporannya ke polisi mengatakan, dirinya dimintai uang hingga Rp 30 juta dari oknum LSM dengan dalih mengamankan laporan LSM lain yang disebutkan sedang berproses di Polres Wajo.

“Saya tidak tanggapi, sebab selain jumlahnya terlalu banyak, saya juga tidak merasa bersalah sehingga tidak perlu memenuhi permintaan tersebut,” sebut Herman.

Tak berhenti di situ, Herman mengaku dirinya kerap diintimidasi melalui pesan WhatsApp dan menerima pesan yang bernada mengancam dari salah seorang oknum anggota LSM berinisial HG.

“Terbantu ki di polres, tetapi terkirim lagi ke Kejati. Kenapa kacau begini dinda,” ungkap Herman terkait pesan WhatsApp oknum berinisial HG.

Karena merasa tertekan, Herman menuturkan dirinya menyanggupi membayar Rp 8 juta dan membawa uang tersebut ke salah satu penginapan bersama dengan seorang kepala dusun.

Dalam pengakuannya, Herman menyebutkan uang Rp 8 juta itu diserahkan dan disaksikan tiga orang terlapor lainnya. Setelah itu, lanjut Herman, HG kemudian menyerahkan surat pernyataan yang ditandatangani DR berisikan mencabut laporan pengaduan di Polres Wajo.

Sudirman selaku kuasa hukum menyatakan laporan pengaduan Kades Benteng Lompoe atas dugaan kasus pemerasan terhadap dirinya ke Polres Wajo dilengkapi sejumlah bukti pendukung, termasuk print out hasil tangkapan layar pesan percakapan WhatsApp.

Ketua L-Kontak Bantah

Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Komunitas Antikorupsi (L-Kontak) Tony Iswandi dalam pernyataannya membantah adanya dugaan pemerasan tersebut. Dia menyebut tudingan itu sebagai fitnah yang tidak berdasar dan sarat kepentingan pribadi.

“Ini bukan hanya soal saya, tetapi lebih kepada lembaga kami. Tuduhan ini kami duga kuat terkait dengan laporan kami mengenai dugaan tambang ilegal dan penggunaan dana desa,” kata Tony dalam pernyataannya, Jumat (25/4).

Dia menyebut L-Kontak tidak pernah melakukan tindakan yang dituduhkan, dan mengeklaim justru memberikan bantuan kepada Kepala Desa Benteng Lompoe melalui surat pernyataan sebagai bentuk pertimbangan hukum.

“Kami tidak pernah melakukan jual beli surat pernyataan. Jika ada yang menuduh demikian, silakan buktikan. Kami tidak akan tinggal diam jika nama baik kami dicemarkan,” ujarnya.

Tony Iswandi juga menantang pihak-pihak yang menuduhnya untuk melapor ke pihak berwajib jika memiliki bukti valid. Dia berdalih penyebaran fitnah melalui media menunjukkan lemahnya dasar tuduhan tersebut.

“Silakan lapor polisi kalau memang ada bukti. Jangan bersembunyi di balik berita, kami adalah LSM yang berkomitmen pada integritas, bukan preman,” imbuh dia.

Melalui pernyataannya, Tony Iswandi juga menyampaikan permintaan maaf kepada elemen LSM lainnya atas pemberitaan yang menyudutkan nama baik organisasi serupa.

Dia menyatakan berkomitmen untuk melawan tuduhan yang tidak benar dan menjaga reputasi lembaganya. (tim)

Redaksi Kabarwajo

Recent Posts

Jelang Porprov Sulsel 2026, Kepala BKAD Sulsel Tinjau Kesiapan Venue di Bone

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…

4 jam ago

Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu Jabat Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemendagri

Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.

3 hari ago

Badan Komunikasi Diminta Sampaikan Masukan dan Kritikan Masyarakat ke Presiden

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…

4 hari ago

Pergantian Kepala Badan Komunikasi RI, DIR Ungkap Hasil Analisis di Media Mainstream dan Media Sosial

Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…

4 hari ago

“Gaspol” Usai Dilantik: Kapolri Suyudi Rombak Total Kapolda di Jawa, Ganti Empat Kapolda di Sulawesi

Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…

4 hari ago

Wagub Dorong Perbankan Dekatkan Pelayanan ke Masyarakat, Literasi Keuangan Sulsel di Angka 61 Persen

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…

4 hari ago