Lapangan gas produksi Blok Migas Sengkang di Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo. Foto: Dokumentasi EEES
MAKASSAR – Direktur Utama PT Sulsel Andalan Energi (SAE) Hasballah mengaku kecewa dengan pembagian participating interest (PI) dari blok Migas Sengkang yang hanya 2,5 persen untuk daerah.
Menurut dia, pembagian PI 2,5 persen sangat rendah. Hasballah menuturkan, persetujuan itu ditandatangani di masa Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Zudan Arif Fakrulloh.
“2,5 persen, kemudian dibagi fifty-fifty dengan Wajo, itu hanya biaya operasional PT SAE. Belum kita dimintakan PAD oleh Pemprov,” kata Hasballah di Gedung DPRD Sulsel, Selasa (11/2).
“Pj (Gubernur Sulsel) sepakat 2,5 (persen), jadi semua ikut tanda tangani. Kami juga sangat kecewa,” ujarnya.
Anggota Komisi C DPRD Sulsel Hamzah Hamid menuturkan, kesepakatan PI 2,5 persen pengelolaan migas Blok Sengkang masih bisa ditinjau ulang.
Hamzah menilai, adminsitrasi PI tersebut belum selesai dan masih bisa dilakukan peninjauan ulang.
“Ini kan masih ada beberapa tingkat, jadi saya kira masih bisa dinegosiasikan,” tandasnya. []
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…
Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…
Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…
Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…