Categories: Ragam

Selangkah Lagi, Kain Tenun Sutra Wajo Terima Sertifikat Indikasi Geografis

Makassar, KABARWAJO.ID – Kain tenun sutra Sengkang dari Kabupaten Wajo dan kopi arabika Seko asal Kabupaten Luwu Utara selangkah lagi mendapatkan sertifikat indikasi geografis.

Ini disampaikan Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Sulawesi Selatan, Demson Marihot, pada rapat virtual pembahasan Pedoman Pengawasan Indikasi Geografis Terdaftar, Selasa (8/7/2025).

Demson menuturkan, program pengawasan indikasi geografis merupakan upaya memantau reputasi, kualitas, dan karakteristik barang yang sudah terdaftar sekaligus memperkuat pengawasan terhadap produk-produk unggulan daerah yang telah memiliki sertifikat indikasi geografis..

Hal ini sesuai dengan Pasal 1 ayat 12 Permenkumham No 12 Tahun 2019 tentang Indikasi Geografis.

“Kami membentuk Pokja Pengawasan Indikasi Geografis di setiap daerah untuk menyusun program kegiatan selama masa tugas tim sesuai SK Kakanwil,” ujar Demson dalam keterangan tertulisnya.

Saat ini, Kanwil Kemenkum Sulsel mencatat tujuh produk indikasi geografis yang telah terdaftar, yakni: Kopi Arabika Kalosi Enrekang (2012), Kopi Arabika Toraja (2013), Lada Luwu Timur (2019), Beras Pulu’ Mandoti Enrekang (2020), Kopi Arabika Rumbia Jeneponto (2022), Kopi Arabika Bantaeng (2022), dan Kopi Arabika Kalosi Enrekang (2023).

Kain tenun sutra Sengkang, diperdagangkan ke penjuru Nusantara sejak masa kolonial hingga kini melalui platform digital. Foto: Sapriadi/kabarwajo.id

Pada kesempatan berbeda, Kepala Kanwil Kemenkum Sulsel Andi Basmal mengajak seluruh stakeholder untuk berperan aktif dalam pengawasan indikasi geografis.

Pihak-pihak yang terlibat sebagai anggota pokja meliputi pemerintah daerah, lembaga non-pemerintah, masyarakat/konsumen, akademisi dan aparat penegak hukum.

“Kami mengharapkan kolaborasi aktif dari semua pihak untuk bersama-sama menjaga dan mengawasi produk indikasi geografis terdaftar di Sulawesi Selatan,” ujar Andi Basmal.

Dia meminta dukungan pihak Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) agar dapat meningkatkan nilai dari Produk Indikasi Geografis tersebut agar bisa menembus pasar national dan internasional. (*/nas)

Redaksi Kabarwajo

Recent Posts

Jelang Porprov Sulsel 2026, Kepala BKAD Sulsel Tinjau Kesiapan Venue di Bone

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…

9 jam ago

Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu Jabat Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemendagri

Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.

3 hari ago

Badan Komunikasi Diminta Sampaikan Masukan dan Kritikan Masyarakat ke Presiden

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…

4 hari ago

Pergantian Kepala Badan Komunikasi RI, DIR Ungkap Hasil Analisis di Media Mainstream dan Media Sosial

Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…

4 hari ago

“Gaspol” Usai Dilantik: Kapolri Suyudi Rombak Total Kapolda di Jawa, Ganti Empat Kapolda di Sulawesi

Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…

5 hari ago

Wagub Dorong Perbankan Dekatkan Pelayanan ke Masyarakat, Literasi Keuangan Sulsel di Angka 61 Persen

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…

5 hari ago