Categories: Nasional

Sorot Persoalan Desil, Andi Yuliani Paris Tekankan RUU Satu Data Pastikan Kebijakan Pemerintah Tepat Sasaran

JAKARTA – Anggota DPR RI Andi Yuliani Paris menyoroti terkait persoalan data desil yang dapat berubah sehingga masyarakat yang semestinya masuk dalam kelompok penerima tertentu justru tercatat dalam kelompok berbeda.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menegaskan, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya integrasi dan harmonisasi data agar kebijakan pemerintah tidak didasarkan pada data yang berbeda-beda.

“Kita tahu contohnya data desil saja kemarin itu bermasalah besar, jadi banyak orang yang desilnya harus 2 menjadi desilnya 6. Itu salah satu contoh bagaimana data yang tidak terintegrasi satu sama lainnya kemudian akhirnya pengambilan kebijakannya salah, menerima program-program pemerintah menjadi tidak tepat sasaran,” kata Andi Yuliani Paris dalam Rapat Panja Pembahasan TK I RUU tentang Satu Data Indonesia di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (30/9).

Selaku Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, ia menyatakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Satu Data Indonesia diharapkan menjadi payung hukum bagi integrasi dan harmonisasi data antarkementerian/lembaga.

Integrasi tersebut dinilai penting untuk memastikan data yang digunakan dalam penyusunan kebijakan dan pelaksanaan program pemerintah valid serta mampu menjangkau masyarakat secara tepat sasaran.

“Yang paling penting adalah bahwa rancangan Satu Data Indonesia ini tujuannya untuk memastikan bahwa data digunakan untuk kebijakan pembangunan, data digunakan untuk program-program pemerintah bisa mencapai sasaran yang tepat,” ungkapnya.

AYP menjelaskan, pembahasan RUU Satu Data Indonesia mencakup pengaturan arsitektur dan infrastruktur Satu Data Indonesia. Arsitektur tersebut nantinya mengatur pengelolaan, penyimpanan, keterkaitan, hingga aksesibilitas data, sedangkan infrastruktur mencakup perangkat keras, perangkat lunak, dan perangkat pendukung lainnya.

Integrasi data, lanjut dia, juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi anggaran karena kementerian dan lembaga tidak perlu mengumpulkan data yang sama secara terpisah. Harmonisasi data juga memungkinkan pemerintah menggunakan data yang lebih konsisten untuk berbagai kebutuhan, seperti penyaluran bantuan sosial, subsidi, dan program pembangunan.

“Efisiensi bukan artinya dikurangi, tapi benar-benar anggaran yang tepat untuk program pemerintah, program pembangunan yang tepat. Validitas data itu penting, itu yang sangat penting sekali,” tuturnya.

Selain integrasi, RUU Satu Data Indonesia juga mengatur aspek keamanan dan kerahasiaan data melalui ketentuan mengenai mitigasi atau manajemen risiko.

AYP menyebut perlindungan data menjadi penting karena integrasi akan mencakup data individu masyarakat, termasuk data yang bersifat pribadi dan rahasia.

“Ini ada pasal atau bab terkait dengan mitigasi atau manajemen risiko, yang di situ diatur tentang keamanan dan kerahasiaan data. Tentu kita punya lembaga yang bertugas khusus untuk itu, BSSN, yang punya tugas yang paling penting dalam RUU ini untuk menjaga keamanan data,” pungkasnya. [*]

Redaksi Kabarwajo

Recent Posts

Jelang Porprov Sulsel 2026, Kepala BKAD Sulsel Tinjau Kesiapan Venue di Bone

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…

3 jam ago

Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu Jabat Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemendagri

Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.

3 hari ago

Badan Komunikasi Diminta Sampaikan Masukan dan Kritikan Masyarakat ke Presiden

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…

4 hari ago

Pergantian Kepala Badan Komunikasi RI, DIR Ungkap Hasil Analisis di Media Mainstream dan Media Sosial

Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…

4 hari ago

“Gaspol” Usai Dilantik: Kapolri Suyudi Rombak Total Kapolda di Jawa, Ganti Empat Kapolda di Sulawesi

Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…

4 hari ago

Wagub Dorong Perbankan Dekatkan Pelayanan ke Masyarakat, Literasi Keuangan Sulsel di Angka 61 Persen

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…

4 hari ago