WA Channel

KABARWAJO.ID – Menjelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026 yang akan dilaksanakan di Kabupaten Wajo dan Bone 7-14 November 2026, persiapan mulai dimatangkan melalui Chef de Mission (CDM) Meeting yang dilaksanakan di dua daerah tuan rumah.

Pada CDM Meeting I yang dilaksanakan di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Rabu (21/10), sejumlah persiapan dibahas. Mulai dari kesiapan venue, akomodasi, transportasi, pelayanan kesehatan hingga keamanan.

“Yang dibahas dan didiskusikan dan kita temukan solusinya adalah pelaksanaan Porprov yang cabangnya, venue-nya ada di Kabupaten Wajo,” kata Sekretaris Umum KONI Sulsel, Rahmansyah.

Dia menegaskan, pembukaan Porprov Sulsel 2026 di Kabupaten Bone dan penutupan di Kabupaten Wajo menjadi keputusan final.

Menurut Rahmansyah, yang terpenting saat ini yakni verifikasi keabsahan atlet sehingga pertandingan pada tiap cabang olahraga berjalan sesuai ketentuan organisasi dan menjunjung tinggi sportivitas.

“KONI Sulawesi Selatan betul-betul melakukan verifikasi keabsahan atlet dan cabang olahraga dari masing-masing KONI kabupaten/kota dengan menjunjung tinggi kepentingan atlet dan olahraga,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Selatan Suherman menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, KONI, panitia provinsi, dan panitia lokal untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan Porprov Sulsel 2026.

“Kami berharap dari pengurus panitia lokal dan panitia provinsi, baik itu dari KONI Provinsi, KONI Kabupaten/Kota, bahkan Dispora provinsi dan Dispora kabupaten/kota, setiap saat selalu bersinergi,” ucap Suherman.

 

Sementara dalam CDM Meeting II Porprov Sulsel 2026 yang digelar di Aula Lateya Riduni, Kabupaten Bone, pada Kamis (22/10), juga membahas kesiapan sarana dan prasarana, teknis pertandingan, serta koordinasi antardaerah demi mendukung kelancaran penyelenggaraan pesta olahraga terbesar di Sulawesi Selatan tersebut.

Terkait kesiapan fasilitas pertandingan, Suherman menekankan, Pemprov Sulsel berupaya mendukung perbaikan venue yang akan digunakan di Kabupaten Bone maupun Kabupaten Wajo. Kendati demikian, pemenuhan seluruh kebutuhan penyelenggaraan membutuhkan koordinasi dan kerja sama berbagai pihak.

“Pemerintah sudah berupaya memperbaiki hal-hal yang akan kita gunakan dalam pelaksanaan Porprov. Namun, tentu tidak semua bisa diwujudkan sesuai dengan keinginan kita. Karena itu, mari kita bersama-sama melihat kekurangan yang ada dan mencari solusi untuk menyukseskan Porprov di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo,” kata Kadispora Sulsel.

Suherman menambahkan, Dispora Sulsel akan turut memantau jalannya penyelenggaraan pertandingan serta berkoordinasi dengan KONI untuk memastikan setiap tahapan pelaksanaan berjalan sesuai rencana. (*/adi)